Tobsite Masihkah rumahmu nyaman?
From The Author > Indonesia

Masihkah rumahmu nyaman?

Mungkin desiran ombak hanyalah satu-satunya yang bisa kita lihat
Saat semua limbah mengarah ke muaraLaut biru telah hilang membunuh tawa di dalamnyaLangit biru menjadi satu-satunya hal yang bisa kita lihatSaat mendongak ke atasTidak ada lagi kicauan burung yang bersarangTapi di kota, langit tidak biruMenghitam, batuk, hujan asamSekarang, kami harus memakai masker untuk keluar rumahTiap hari ada saja spesies yang punahTidak ada lagi tempat di dunia yang masih perawanDigali, dibor, ditebang, dirampasAtas nama kesejahteraan dunia semuanya dilakukanAlam menolak, ia melawan... Apakah ia salah?Bahkan padi pun tidak bisa tumbuh lagiIklim telah berubah, musim telah bergeserSiapa pelakunya? Siapa yang harus dituduh?Tentu manusia! Masak monyet?Kita dan mereka telah bertanggungjawabAtas tindakan kejahatan yang tidak pernah kena hukumanPemerintah tidak sanggup menanggulanginyaGreenpeace hanya menyerukan sajaHanya kita dan hati nurani kita saja yang berurusanApakah kamu mau ambil bagian?Menjadikan dunia menjadi tempat yang nyaman?(gambar diambil dari kunaifi.files.wordpress.com dan g-help.or.id/images)
Share
Tobsite

Runtime Notification