Tobsite Menjawab Panggilan Hidup Yang Sejati
From The Author > God's Kingdom

Menjawab Panggilan Hidup Yang Sejati

marketplaceApakah anda termasuk orang yang pernah berpikir atau bertanya tentang fungsi dan panggilan anda di bumi ini? Atau justru sebuah pertanyaan dasar tentang mengapa kita hidup dan apa tujuannya? Ada beberapa pola pikir bahwa tempat kita berfungsi adalah di gereja. Di sisi yang lain, ada orang-orang yang merasa bahwa ia tidak dapat melakukan apapun di gereja dan oleh karena itu mereka mengubah fungsi mereka untuk hanya menjadi supporter alias pendukung kegiatan gereja saja, biasanya bersifat dana. Namun, apakah benar bahwa apa yang kita anggap benar ternyata benar? Benarkah bahwa gereja berbeda dengan dunia pekerjaan? Benarkah bahwa apa yang kelihatan 'sekuler' tidak bisa disatukan dengan apa yang kelihatan 'rohani'.

Ternyata semuanya adalah pembedaan yang hanya membuat kita makin tidak dapat berfungsi dengan baik di dalam gereja. Dengan menelusuri akar kata masing-masing, kita akan menemukan kebenaran yang Allah inginkan. Gereja berasal dari kata Ekklesia yang berarti 'kumpulan orang yang dipanggil dari kegelapan menuju terang', yang artinya bahwa gereja memiliki makna dasar sebagai kumpulan, bukan gedung, juga bukan kegiatan. Dan yang istimewa dari kumpulan orang-orang ini adalah mereka memiliki perjalanan yang sama, yaitu menuju terang. Tuhan Yesus berkata dalam Matius 5:14, "Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi." Artinya kita memiliki tugas untuk menjadi terang, dan ternyata terang yang benar akan selalu menarik orang lain untuk melihatnya.

Apakah waktu Tuhan Yesus mengatakannya Ia sedang berbicara di dalam gedung gereja? Tidak! Ia sedang berbicara di atas bukit, kepada ribuan orang yang berasal dari berbagai latar belakang yang sangat berbeda. Artinya, tugas kita untuk menjadi terang bukan hanya di dalam gereja. Bahkan, bayangkan jika seandainya sebuah terang (misalnya: korek api) menerangi tempat yang sudah terang? Apakah ada bedanya? Bandingkan jika ia menerangi tempat yang gelap. Kita semua dipanggil dalam ladang dan pekerjaan kita. Seperti apa fungsi dan panggilan kita?

Rasul Petrus dengan sangat jelas mengungkapkannya. Petrus yang berarti Petra atau batu karang dikatakan Tuhan Yesus bahwa Ia akan membangun jemaatNya (baca: gerejaNya) di atas batu karang tersebut. Matius 16:18, "Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya." Melalui mandat tersebut, Rasul Petrus dengan sangat kuat berbicara dalam suratnya.

1Petrus 2:9-10, "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan."

Kata ekklesia diterjemahkannya pada ayat 10 yang berkata bahwa sekarang kita adalah umat Allah. Apa yang dilakukan oleh umat Allah? Pertama, kita dikukuhkan sebagai 'imamat yang rajani'. Dalam bahasa Inggris, digunakan kata 'royal priesthood' yang artinya agak berbeda dari apa yang mungkin kita pahami tentang imamat yang rajani. Imamat yang rajani tidak berbicara tentang ada dua fungsi yaitu imam dan raja yang kemudian berarti ada orang yang bertugas sebagai imam (biasanya di gereja) dan ada orang yang bertugas sebagai raja (biasanya di lapangan pekerjaan). Tapi, 'royal priesthood' berarti 'imam kerajaan'. Kita memiliki panggilan yang sangat terhormat sebagai imam kerajaan Allah. Imam selalu bertugas sebagai perantara. Jika kita meneliti tentang tugas imam pada Perjanjian Lama, kita akan mengetahui bahwa imam memiliki tugas sebagai perantara antara Tuhan dan bangsa Israel. Bahkan dalam prakteknya, imam akan mengelilingi tabut Allah dan bertugas untuk mengubah kutuk menjadi berkat kepada bangsa. Itulah mengapa imam harus menguduskan diri. Hal ini berarti di manapun kita berada, kita punya tugas untuk membawa setiap orang kembali kepada Allah.

Kedua, dalam versi Amplified Bible dijelaskan bahwa 'memberitakan perbuatan' berarti 'to show perfections and virtue'. Artinya kita memiliki tugas untuk menunjukkan kesempurnaan, kemahakuasaan, kedahsyatan, kasih Allah beserta segala sifat IllahiNya dalam kehidupan kita. 'Virtue' yang berarti kebaikan namun juga berarti perbuatan menunjukkan bahwa kita harus mencerminkan segala perbuatan Allah yang tentunya bersifat maha baik dalam perbuatan kita sehari-hari. Artinya, kita harus melakukan tugas-tugas imam kita bukan di dalam gereja, tetapi justru di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Itulah mengapa Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang 'Orang Samaria Yang Baik Hati' dalam Lukas 10:25-37. Perikop tersebut diawali dengan pertanyaan tentang bagaimana mendapatkan hidup yang kekal. Tuhan menjawab bahwa syaratnya adalah kasih. Dalam perumpamaan tersebut Ia berkata bahwa justru orang Samaria yang 'tidak rohani' justru yang paling bisa menjadi 'sesama' untuk orang yang dirampok tersebut. Mengapa? Imam tidak menolong karena ia tidak boleh terkena luka-luka, dan sebagainya karena ia hendak melaksanakan tugas keimamannya. Begitu juga orang lewi terlalu 'terkekang' dengan tugas rohaninya. Justru orang Samaria yang justru dipandang dengan sebelah mata, memiliki derajat yang sangat rendahlah yang dapat dengan leluasa menolong. Justru kita dapat menunjukkan kasih dengan sangat bebas pada kehidupan sehari-hari kita, termasuk dalam pekerjaan kita.

Bahkan jika kita melihat bagaimana perjalanan Rasul Paulus dalam memberitakan Injil, kita akan menemukan sesuatu yang sama. Tiap kali ia masuk ke dalam sebuah kota, ia akan menuju sebuah tempat yang bernama Agora. Pada masa itu, Agora adalah pusat dari segalanya. Di sana terjadi transaksi jual beli, tetapi juga ada panggung untuk mengungkapkan sebuah penemuan-penemuan atau keyakinan baru. Dan Rasul Petrus berkotbah di sana. Mengapa tidak di sinagoge?

Karena jelas sekali bahwa Allah berkata dalam Kejadian 1:26 bahwa kita harus berkuasa dan menaklukkan bumi. Kata 'taklukkan' mengandung arti 'dominion' yang artinya 'menjadikannya sebagai daerah kekuasaan'. Artinya kita harus menjadikan seluruh bumi sebagai daerah kekuasaan, bukan hanya sekedar di gereja saja. Dengan berada di 'agora-agora' kita sedang menjadikan bumi sebagai daerah kekuasaan Allah. Bagaimana caranya? Dengan menjadi 'royal priesthood' yang menunjukkan kemahakuasaan Allah dan perbuatanNya dalam kehidupan kita sehari-hari. Itulah artinya menjadi 'Duta Besar Kerajaan Allah'.

(Gambar dari gstatic.com dan ferdian.web.id)

Share
Tobsite

Runtime Notification