Tobsite Esensi Dalam Pembapaan
From The Author > Life Paradigm

Esensi Dalam Pembapaan

Ini adalah catatan dalam sesi Genuine Son, yaitu pertemuan ko Wing dengan anak-anak VIPnya. Catatan ini ditulis bukan sebagai tuntutan untuk dilakukan, tetapi sebagai gambaran hubungan pembapaan yang ideal. Karena hubungan pembapaan akan menentukan pertumbuhan rohani anak, jadi terganggunya sebuah hubungan pembapaan akan menjadi halangan bagi pertumbuhan rohani anak.

1 Timotius 3:15 menekankan bahwa tiap orang harus hidup sebagai keluarga Allah. Seluruh pelayanan yang tidak berpola keluarga akan berantakan. Yesus Kristus sendiri memberi contoh dengan memanggil Allah sebagai Bapa, bukan jenderal atau yang lain. Keluarga adalah kebutuhan mendasar dari semua orang. Tawaran terbesar yang gereja bisa berikan adalah atmosfir kekeluargaan. Ini tidak bisa ditolak dunia. Sentuhan pendeta sering tumpul karena ia menempatkan diri bukan sebagai ayah. Sebagai ayah, otoritas kita akan menjadi sangat alami. Pelayanan apostolik akan gagal tanpa aroma ini.

Amanat agung bukan amanat penginjilan tapi amanat pemuridan. Pemuridan bukan tentang menghasilkan pengikut, tetapi pemimpin. Begitu pemuridan dibumbui dengan sisi hubungan emosional maka akan menjadi pembapaan. Tapi bobotnya berbeda. Kita lebih merasa bertanggung jawab saat kepada anak. Hubungan bapa dan anak bahkan menyangkut memberi nyawa. Galatia 4:20, berkata bahkan membapai sampai habis akal, karena memang pembapaan haruslah bersifat spiritual, bukan karena kekuatan kita.

  1. Dalam membangun komunitas, orang-orang yang berada dalam tim kita belum tentu akan menajdi anak rohani, tapi anak rohani kita pasti adalah tim.
  2. Hati-hati dalam memilih dan mengangkat anak, karena anak rohani akan selalu menjadi tanggung jawab, kita doakan, dll. Kalau ternyata kemudian ia tidak bersama-sama dengan kita itu sebenarnya menyia-nyiakan waktu, meskipun sebenarnya tidak ada yang rugi dalam menginvestasikan waktu karena firman yang ditabur pasti bertumbuh.
  3. Apa kriteria anak yang cocok untuk kita? Yesus adalah Tuhan, ia ambil 12 orang. 1 Yudas. Tuhan yang sempurna saja punya Yudas. Tuhan tidak menuntut kita tidak melakukan kesalahan. Bahkan keahlian Tuhan adalah melakukan redirection. Ia akan memperbaiki kita. Ada kriteria dasar recruiting murid. Yesus sepanjang malam berdoa. Yesus berkonsultasi semalaman dengan BapaNya. Kemudian Yesus memilih orang2 yang Dia kenal, karena kebiasaan orang Yahudi untuk blend in di down town. 2 cara adalah, tanya Tuhan, kedua bangun hubungan. Anak yang baik mengejar ayahnya, seperti Elisa mengejar Elia. Tapi ada waktu dimana prinsip tersebut (melalui proses) di langgar, hal ini karena faktor profetis.
  4. Jumlah anak yang bisa dibapai tergantung kapasitas. Tipe intim biasanya karena tipe pembangun hubungan kapasitasnya lebih besar. Hal ini menyangkut kepedulian dan perhatian. Ko Wing menyiasati dengan memiliki levelling VVIP, VIP, IP. Genuine son adalah VVIP. IP adalah orang yang tidak terlalu diperhatikan. Makin penting orang itu maka menentukan berapa besaran investasi kita.
  5. Panduan menentukan anak rohani, adalah rasa cocok, senang, enjoy. Ini berbicara tentang kharisma, yaitu chara, ini adalah perasaan enjoy, senang. Ia adalah sesuatu bagi saya. Perkara ini bukan profetis. Kita menemukan getaran dengan pasangan kita kan. Tapi kadang secara profetis Tuhan bisa taruh orang untuk kita bapai meskipun kita tidak menyukainya.
  6. Keterikatan emosional dengan anak membuat kita memiliki firasat-firasat tentang anak kita.
  7. Hubungan pembapaan menyangkut segala aspek, termasuk hubungan, pernikahan, keuangan, dll.
  8. Bapa rohani akan menjadi otoritas dan payung yang memastikan berkat dan perlindungan bagi anak. Di Roma 13, pada waktu bapa rohani salah, anak bisa keluar dari struktur perlindungan karena Tuhan yang memecat. Tapi di luar itu seharusnya anak memiliki sikap tunduk, yaitu sikap menghormati. Tapi tidak harus taat kalau tidak sesuai dengan Firman. Tapi anak harus mengkomunikasikan ketidaksetujuan2nya.
  9. Ko Wing pernah mengalami disharmonisasi dengan ex bapa rohani. Ko Wing sudah minta maaf, bahkan sudah tulis surat. Sampai suatu saat ternyata bapa tersebut pernah berkata bahwa ia tidak pernah menganggap anak.
  10. Bapa rohani yang sekarang menanggap ko Wing lebih hebat, tapi yang membuat ko Wing hormat adalah faktor penerimaan yang begitu besar dan kedua adalah faktor perhatian yang begitu luar biasa.
  11. Hubungan pembapaan juga masalah pembentukan. Otoritas kita sering menjadi alat pembentukan. Kalau ada yang tidak cocok dengan kita, maka kita seharusnya lebih berpikir bahwa itu akan jadi pembentukan yang baik. Daud dapat memiliki sweet spirit karena Saul.
  12. Apa yang kita bagikan ke anak kita seharusnya bisa diukur. Tiap anak memiliki tingkat kedalaman yang berbeda. Yohanes sebagai murid yang paling dikasihi Yesus, sehingga tulisan Yohanes sangat sulit didalami karena paling berbau kekekalan.
  13. Tingkat respek anak akan sangat menentukan tingkat impartasi yang datang kepada anak. Makin besar tingkat respek kita, maka makin banyak impartasi yang terserap ke kita, bahkan termasuk yang buruk. Ini juga mempengaruhi tingkat pertumbuhan rohani kita. Jangan sembarangan memberikan respek.
  14. Semua pemimpin biasanya memiliki kekuatan memaksa. Hakim dengan ketokan palu, polisi dengan pistolnya. Tetapi otoritas rohani berbicara tentang kekuatan yang tidak memaksa, dan itu berbicara tentang teladan. Teladan adalah kekuatan terbesar otoritas rohani. Roma 13 berkata tentang otoritas-otoritas.
    • Bapa rohani memiliki otoritas untuk mendisiplin. Ada felloswhip dan discipleship. Masalahnya ada banyak bapa yang mendisiplin tanpa mengkomunikasikan. Banyak pendeta umumnya dalam mendisiplin malah cenderung menghancurkan, padahal seharusnya bapa memulihkan dengan mendisiplin. Perbedaannya terletak pada ada komunikasi (apa tujuannya) dan persetujuan dari anak. Jika anak melawan, seperti anak yang hilang di Lukas 15, kadang perlu dibiarkan. Tipikal anak bungsu didisiplin oleh badai kehidupan.
  15. Bapa rohani dari seseorang biasanya cuma satu. Lebih dari 1 membuat hubungan emosional tidak berjalan dengan baik. Ada bapa fungsional, dan ini bisa banyak, yaitu bapa yang memberikan dukungan terhadap visi kita, misalnya kesamaan visi, dll. Tapi bapa secara emosional biasanya cuma 1. Bapa fungsional lebih baik dipanggil mentor, karena bapa berhubungan dengan originalitas / jati diri kita.
  16. Bagaimana supaya kita tidak secara tidak sadar menggiring orang menjadi pengikut kita bukan Tuhan. 1 Korintus 11:1, jadilah pengikutku tetapi ada tanda koma, yaitu sama seperti mengikut Kristus.
  17. Apa keuntungan memiliki anak rohani? Yesus membangun anak rohani sebagai teamwork. Pekerjaan seseorang biasanya tidak bisa diselesaikan oleh pribadi. Itu perlu dikerjakan bersama. Alasan kedua adalah demi kesinambungan pekerjaan visi yang didapatkan bapa, karena visi tersebut begitu besar. Elia punya Elisa, tapi Elisa tidak mulus melahirkan Gehazi.
  18. Lebih baik punya bapa rohani yang tidak sempurna, tidak terkenal, daripada tidak punya bapa rohani.

Berikutnya kita akan membahas pendapat ko Wing tentang anak-anaknya.

Ada 3 model pembapaan yang tercatat di Alkitab yang bisa menjadi ukuran atau model, salah satunya adalah Paulus-Timotius. 2 Timotius 1:2-4 menjelaskan dengan gamblang bahwa hubungan mereka memang adalah bapa-anak.
  1. Pihak bapa harus memiliki integritas nurani yang murni. Bapa yang tidak punya integritas (kemurnian), ia tidak cukup membuka diri untuk terlihat. Integritas akan menghasilkan respek. Respek akan menghasilkan trust, dan kemudian promosi. Semakin kita bening orang akan respek terhadap kita.
  2. Paulus juga ternyata mendoakan selalu. Poin kedua secara praktis faktor keberhasilan pembapaan adalah mendoakan setiap waktu.
  3. Ketiga, hubungan bapa-anak juga harusnya seemosinal seperti Paulus, dimana ia terkenang air mata. Paulus rindu bertemu, dan Timotius juga sampai mencucurkan air mata.
    • Ko Wing dan ko Nat seperti ini. Dan bahkan ko Wing mau lakukan apapun untuk membuat ko Nat makin merindukan dia. Mellow-mellow yang rohani ini membawa peningkatan mutu dari hubungan pembapaan. Dan karena ini, ketajaman bisa ditemukan dalam mengetahui kebutuhan anak, kita bisa tahu kalau anak kita sedang masalah.
    • Timotius bukan orang yang mellow. Sehingga tidak ada excuse untuk kita tidak punya perasaan emosional terhadap bapa atau anak. Excuse ini akan tumbuh menjadi penghalang bagi pertumbuhan kita. Harusnya kita berkata bahwa kita mau belajar untuk menjadi emosional dengan anak kita. Jangan singkirkan faktor emosional. Keputusan-keputusan besar dibuat karena emosional. Misalnya tentang menikahi orang.
Berikut ini adalah kesan ko Wing terhadap anak-anaknya:
  1. Ko Nat memiliki sensitivitas dalam rasa dan roh, 2 hal ini adalah modal dalam kenabian.
  2. Adon memiliki spirit sonship yang kuat tetapi tidak cengeng. Sonship bukan soal gestur, tetapi soal roh.
  3. K Ochie memiliki roh armor bearer terkuat. Pemimpin Israel selalu memiliki pembawa senjata yang bertugas untuk meringankan beban sang jendral. Sebenarnya semua beban pertempuran dipindahkan kepada armor bearer. Beban pertempuran ko Wing sangat berat, ia harus memelihara jaringan. Waktu banyak tidak efisien karena harusnya ngomong tentang pergerakan malah curhat pernikahan, dll. Pola hubungan Elisa-Elia adalah anak mengejar bapa, karena bapa menanggung beban urusan yang luar biasa. Kalau anak tidak mengejar, ia sebenarnya sedang menghentikan berkat kepada dirinya. Spirit armor bearer selalu berkata, "apa yang bisa saya bantu dan ringankan".
  4. Ko Jojo dan ko Budi telah menjadi penerus visi kebangsaan yang paling besar, yang menjadi kepanjangan tangan apostolik, sehingga ko Wing tidak perlu menambahkan apa yang sudah mereka kerjakan.
  5. Ko An memiliki roh yang teachable, humble, selalu bilang ya. Ia memiliki kemauan untuk mengcreate tindakan dalam melakukan firman, itulah mengapa pewahyuan sering turun. Ko An bukan figur rasul, ia guru yang profetis. Materinya berasal dari hati Bapa, ia tidak mengajar dari kepalanya tapi dari hati.
  6. Ko Ronny memiliki respek yang begitu besar. Ia mengcompare dengan orang lain dan menganggap tidak ada yang lebih dari ko Wing.
  7. Ko Dudung dan ko Andi harus belajar untuk mendekati ko Wing. Mereka beralasan bahwa mereka bukan orang yang hangat sehingga tidak terlalu mendekat. Sesuatu untuk menjadi habit butuh waktu 14 hari, tapi untuk menjadi habit yang tidak bisa hilang adalah 21 hari. Kepedulian bisa dilatih.
  8. Ko Dudung punya karunia profetik apostolik, secara roh profetik, secara strategi apostolik. Ia selalu berpikir liar di luar kotak. Pengurapannya adalah membongkar pola pikir lama dan menanam pola pikir baru. Caranya dengan membuat orang lain bingung, waktu itu terjadi didelete, kemudian tanam yang baru.
  9. Ko Andi memiliki spirit kerasulan yang kekuatannya adalah networking dan mobilizing di generasi muda.
Berikutnya kita akan melihat bagaimana kesan anak-anak rohani terhadap ko Wing.

  1. Ko Andreas merasa minder dan tidak terlalu bermimpi untuk dibapai Ko Wing, tapi tingkat respek sebenarnya yang menjadi kunci. Yang "nembak" adalah ko Wing waktu ko An disuruh ke Kopeng.Pak Ronny Runtukahu memiliki background dan image yang jelek terhadap pembapaan. Namun terjadi pembicaraan heart to heart. Pada satu titik terjadi dimana egonya dibongkar. Selain itu juga terjadi rasa aman dalam diri. Ada rasa respek, bagi pak Ronny ko wing adalah figur. Yang dibagikan bukan hanya knowledge tetapi juga hidup. Waktu ditegur mungkij awalnya mangkel, tapi dilakukan dan terjadi pemulihan dengan anak ko Ronny.
  2. Ko Budi tidak berpikir awalnya untuk menjadikan ko Wing sebagai bapa rohani. Tapi ko Budi selalu meluangkan waktu, juga menjemput tiap ko Wing datang. Secara profetis dan juga karena konseling, ko Wing mengarahkan bahwa ko Budi bukan gembala, tetapi rasul dan nabi. Ko Wing juga yang pertama menyatakan bahwa bagi ko Wing, ko Budi dan ko Angga adalah anak rohaninya. Ko Wing juga menjadi model hidup bagi pembapaan. Ia bahkan melayani waktu ko Budi dan anak2 datang ke Guci. Bagi ko Budi, selama dia bisa, tidak ada kata tidak untuk ko Wing.
  3. Ko Jojo merasakan susasana kedekatan dan privasi waktu datang ke Brebes. Ko Jojo minta untuk ko Wing bapai, dan ko Jojo terus mengejar. Bagi ko Jojo ia mendapatkan provision, protection, promotion, dan model. Ko Jojo juga mendapatkan arahan bahwa ia bukan di bidang penggembalaan.
  4. Ko Adi mengejar, dan meminta jadi anak, tapi ko Wing bilang ternyata bagi ko Wing ko Adi selalu ada di hati. Anak rohani bukan sekedar predikat, tapi tanggung jawab. Karena kita pasti akan membawa nama bapa kita.
  5. Pak Nathaniel Makarawung mengerti dahulu tentang kebenaran tentang pembapaan. Ia pernah minta Eddy Leo untuk membapai, tapi ternyata mereka sama2 belum praktek. Pembapaan bukan sekedar memanggil papa, tapi tentang reshaping, pembentukan dan memotong hal2 yang tidak benar. Kadang yang menyelamatkan adalah cinta kita pada bapa kita dan pada kebenaran. Ko Nat pernah mengalami kejatuhan, tapi penerimaan dari ko Wing memulihkan.
  6. Ko Dudung mendapatkan arahan2 yang menentukan arah kehidupannya. Disuruh ganti fren tapi ternyata tidak ditelpon2, tapi tetap respek.
  7. Ko Andi tidak merasakan rasa deg2an, hanya berpikir bahwa ia diperlengkapi dan menjadi jauh lebih baik. Sampai sekarang juga tidak terlalu banyak kontak2, kebanyakan diselesaikan sendiri karena tahu prinsip2nya. Tapi ia merasa bahwa ko Wing memang peduli dalam hidupnya. Ko Andi lebih bertanya hal2 yang berbau esensi.
  8. Ko Ochie merasakan penerimaan, selalu share banyak dan didengarkan. Bahkan waktu pernikahan terancam ko Wing membatalkan seluruh pelayanan dalam 1 minggu, dan mereka pergi ke Bali bersama ko Ochie dan meluangkan waktu bersama.
Mungkin kisah pembapaan tiap orang akan berbeda, tapi esensinya tetap sama. Semoga ini menjadi gambaran ideal tentang apa yang seharusnya terjadi dalam hubungan pembapaan. Bahkan anak berhak menuntut bapa untuk meluangkan waktu, tenaga, uang dan semua sumber daya yang dimiliki, karena memang sistem yang Tuhan ciptakan seperti ini. Apa yang akan diterima anak berasal dari bapa, karena bapa berarti SUMBER. Seorang anak pasti akan merefleksikan bapanya.
Share
Tobsite

Runtime Notification