Tobsite Gaya Liburan Gen-Z: Si Paling...
Personal Growth > DISC

Tobsite

28 March 2026

Gaya Liburan Gen-Z: Si Paling Itinerary vs Si Paling Healing

"Eh, liburan akhir tahun ke mana nih?" adalah pertanyaan yang selalu berujung wacana kalau dilempar ke grup WhatsApp. Kenapa liburan bareng circle itu sering banget penuh drama? Ada yang maunya chill di vila seharian, ada yang maksa harus bangun jam 4 pagi demi ngejar sunrise, ada juga yang ngomel karena jadwal molor.

Tarik napas, bestie. Drama liburan ini terjadi murni karena traveling style tiap orang itu beda banget, dan ini sangat bisa dijelaskan lewat DISC. Yuk, kita bedah biar trip kamu selanjutnya nggak berakhir dengan silent treatment di mobil!

Anatomi Traveler Berdasarkan DISC:

  1. Tipe D: Sang Penakluk (The Conqueror)

    • Gaya Liburan: Liburan buat mereka adalah tentang pencapaian. Kalau ke Bali, bukan sekadar rebahan di pantai, tapi harus nyoba surfing, naik ATV, atau diving di spot ekstrem. Mereka packing-nya cepat, anti ribet, dan nggak suka destinasi wisata yang lelet pelayanannya.

    • Drama yang Sering Dibuat: Suka nge-buru-buruin orang. "Ayo dong cepet, 15 menit lagi kita harus udah di lokasi B!" Mereka gampang bete kalau anggota grup lelet atau plan-nya berantakan.

    • Pro Tips Liburan Bareng Tipe D: Kasih mereka peran sebagai "Ketua Ekspedisi" atau seksi navigasi. Jangan ajak mereka ke museum yang membosankan tanpa ada aktivitas fisik.

  2. Tipe I: Sang Influencer (The Party Animal)

    • Gaya Liburan: Visi misi utama: Bikin konten aesthetic buat IG Reels dan TikTok! Liburan buat Tipe I harus penuh interaksi, nongkrong di beach club hits, cobain kuliner viral, dan kenalan sama bule atau warga lokal. Pokoknya harus hype!

    • Drama yang Sering Dibuat: Bangun kesiangan setelah semalaman party. Molor banget pas dandan. Rencana A bisa tiba-tiba batal karena di jalan ngeliat kafe lucu dan mereka maksa belok ke sana.

    • Pro Tips Liburan Bareng Tipe I: Siapkan mental untuk jadi fotografer dadakan mereka. Masukkan agenda "waktu bebas" di itinerary supaya mereka bisa spontanitas tanpa ngerusak jadwal utama.

  3. Tipe S: Sang Staycationer (The Chill Healer)

    • Gaya Liburan: Bagi tipe S, liburan itu ya beneran istirahat (healing). Destinasi ideal mereka: Glamping di pegunungan sunyi, rebahan di vila aesthetic sambil baca buku, atau ngopi dengerin suara ombak. Pindah-pindah 5 lokasi dalam sehari adalah nightmare buat mereka.

    • Drama yang Sering Dibuat: Saking ngikutnya, kalau ditanya "Mau ke mana?" selalu jawab "Terserah, ngikut aja", tapi pas diajak jalan terus menerus, mereka diem-diem kelelahan, mood-nya drop, dan mukanya ditekuk.

    • Pro Tips Liburan Bareng Tipe S: Pastikan ada "Slow Morning" di jadwal liburan. Jangan paksa mereka buru-buru. Kasih mereka kepastian soal tempat tidur dan makanan yang nyaman.

  4. Tipe C: Sang Master Itinerary (The Planner)

    • Gaya Liburan: Jauh sebelum hari H, Tipe C udah bikin spreadsheet Itinerary lengkap dengan estimasi menit, budget masuk tol, review restoran di Google Maps, sampai plan B kalau hujan. Mereka adalah tour guide tanpa bayaran di grup kamu.

    • Drama yang Sering Dibuat: Stres dan panik sendiri kalau jadwal molor 10 menit. Suka ngomel kalau anggota grup boros. Terlalu kaku sama jadwal sampai lupa enjoy the moment.

    • Pro Tips Liburan Bareng Tipe C: Jangan pernah cancel plan mendadak tanpa alasan logis di depan mereka. Hargai effort riset mereka dengan datang on-time. Sesekali ingatkan mereka untuk "Let it go" kalau ada hal di luar kendali.

Ultimate Travel Hack: Formasi liburan paling perfect adalah punya minimal 1 Tipe C (buat bikin itinerary & ngatur duit), 1 Tipe D (buat decison maker di jalan), 1 Tipe I (biar vibe-nya seru), dan 1 Tipe S (sebagai penetralisir mood).

Kalau di circle lo, siapa nih yang tugasnya bikin itinerary dan siapa yang rebahan doang? Tag orangnya sekarang!

Share
Tobsite

Runtime Notification